Ditulis ulang dari GeoWeek KOMPAS, Minggu, 10 Maret 2013

Perburuan spesies langka dan eksotis di seluruh dunia merisaukan petugas perlindungan satwa liar yang tengah berupaya meningkatkan populasi makhluk tersebut. Tahun lalu di Afrika Selatan, misalnya, hampir 700 badak dibantai oleh pemburu liar. Penyelundupan gading juga terus terjadi meski telah ada upaya luas untuk mengatasi masalah tersebut.

World Wildlife Fund (WWF), didukung oleh dana dari Google, melakukan upaya seperti yang dilakukan dalam perang melawan teror. Mereka menggunakan pesawat pengintai berteknologi tinggi untuk melacak satwa dan mengetahui posisi pemburu liar.

WWF melepas dua pasang pesawat tanpa awak ke Afrika dan Asia sebagai bagian dari rencana anti perburuan liar berbiaya 5 juta dollar AS itu. Mereka Benrencana menambah dua pasang pesawat serupa tahun depan dan nantinya total 4 pesawat dioperasikan.

Pesawat tanpa awak itu berupa pesawat kecil dengan pengontrol jarak jauh, dilengkapi dengan kamera dan alat sensor. Data yang dikumpulkan pesawat tersebut akan dikirimkan ke petugas penjaga hutan lewat alat penerima mini guna membantu upaya pencegahan.

Teknologi tersebut tidak menghindarkan petugas penjaga hutan dari bahaya penyerangan oleh para pemburu liar. Akan tetapi, teknologi tersebut bisa memberi informasi yang berguna dalam membantu para petugas untuk melakukan manuver pada pemburu liar dan diharapkan akan mengurangi perdagangan liar gajah serta badak.

About these ads